RIAUDETIL.COM, INHU – Pengukuhan Raflis sebagai Ketua Adat Batin Muke Muke Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Senin (11/1/2026) kemarin berlangsung khidmat.
Pengukuhan ini dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida oleh Payung Tiga Kaki yaitu Batin Talang Parit Irasan selaku bapak Kandung dari Batin Muke-Muke.
Secara adat Batin Muke Muke anak kandung Batin Talang Parit dalam sebuah prosesi Adat Istiadat talang mamak.
Prosesi Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Inhu Hendrizal, Camat Seberida Wisnu Subroto, Danramil 03 Seberida Kapten Inf HB Sitepu, Perwakilan Kapolsek Seberida, Lurah Pangkalan Kasai, para Kades serta para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tari persembahan yang dibawakan oleh para pelajar SD Negeri 001 Pangkalan Kasai, sebagai bentuk penghormatan adat kepada tamu dan pemangku adat yang akan dikukuhkan.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, sakral, dan penuh makna adat istiadat melayu talang mamak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Inhu Hendrizal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya, persatuan, serta kearifan lokal di tengah masyarakat.
“Lembaga adat merupakan pilar penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan melestarikan adat budaya daerah. Pemkab Inhu mendukung penuh peran Ketua Adat dalam menjadi penyejuk dan penengah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ketua Adat Batin Muke-muke Pangkalan Kasai yang baru dikukuhkan, Raflis, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia berkomitmen untuk menjaga adat istiadat budaya dan tradisi serta mempererat persatuan di tengah masyarakat adat.
“Amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin. Saya mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga adat, tradisi dan budaya serta persatuan demi kebaikan kita bersama,” ungkap Raflis.
Sementara itu, salah seorang tokoh adat Pangkalan Kasai, Cik Munir, selalu Monti adat Pengkalan Kasai menyambut baik pengukuhan tersebut. Ia menilai prosesi adat istiadat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga adat di tengah perkembangan zaman.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah adat yang besar. Kami berharap Ketua Adat yang baru mampu menjadi panutan, menjaga marwah adat, budaya serta menyelesaikan persoalan masyarakat secara arif dan bijaksana,” ujar Cik Munir. (Man)

