Jakarta, riaudetil.com – Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Bupati H. Zukri, S.M., M.M melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (4/11/2026) di Jakarta.
Turut mendampingi Bupati, Sekda Pelalawan Tengku Zulfan, SE.Ak.CA, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pelalawan, Tengku Muhammad Syukran,S.Sos.M.E dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaa (Disdikbud) Leo Nardo, S.Pd.MM.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut surat Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau Nomor 1097/C6.8/DM.00.02/2026 tanggal 28 Oktober 2026 perihal permohonan audiensi kepala daerah se-Provinsi Riau. Pertemuan ini membahas koordinasi dan sinergi terkait program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Provinsi Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap program prioritas Kemendikdasmen tersebut. Ia berharap Kabupaten Pelalawan dapat menjadi salah satu daerah yang segera merealisasikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Bupati menjelaskan, Pemkab Pelalawan telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare untuk mendukung program tersebut. Dari luas lahan itu, sekitar 15 hektare direncanakan untuk pembangunan sekolah.
Menurutnya, lokasi lahan berada di Jalan Lintas Timur, yang dinilai strategis karena mudah dijangkau dari ibu kota kabupaten maupun kecamatan lainnya. Dengan demikian, keberadaan sekolah tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berprestasi dari seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan, tidak hanya yang berada di ibu kota kabupaten.
Bupati juga menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan merupakan aset negara yang sebelumnya dikelola Pertamina. Pemkab Pelalawan telah mengupayakan proses administrasi melalui Kementerian Keuangan agar status pemanfaatan aset tersebut dapat dialihkan untuk kepentingan pembangunan pendidikan.
“Kami berharap pembangunan sekolah ini dapat segera terwujud di Kabupaten Pelalawan. Pemerintah daerah siap memenuhi berbagai persyaratan dan melengkapi hal-hal yang masih diperlukan agar prosesnya dapat berjalan lebih cepat,” harap Bupati.
Selain menyampaikan kesiapan lahan, Bupati Zukri juga meminta penjelasan terkait kapasitas penerimaan siswa jenjang SMP dan SMA, termasuk kebutuhan ruang belajar serta dukungan sekolah dasar di sekitar lokasi. Hal tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat memetakan potensi peserta didik dan mempersiapkan dukungan pendidikan secara optimal.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui pengembangan sekolah yang mengintegrasikan jenjang SMP hingga SMA. Program ini juga mengedepankan pembelajaran STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports), pengembangan keterampilan hidup (life skill), fasilitas pembelajaran modern, serta penguatan kompetensi guru.
Dalam pemaparannya, disampaikan pula bahwa pemerintah menargetkan penyediaan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap hingga tahun 2029.
Kepala BPMP Provinsi Riau dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, dengan kesiapan lahan dan proses administrasi yang terus dikoordinasikan.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat segera ditindaklanjuti, sehingga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemerataan akses dan mutu pendidikan serta membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Pelalawan untuk memperoleh pendidikan berkualitas.(ZoelGomes)
