Pelalawan,riaudetil.com – Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan bersama Polres Pelalawan terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya pengembangan jagung pipil di Kabupaten Pelalawan.
Kerja sama tersebut difokuskan di Kecamatan Pangkalan Kuras sebagai lokasi pilot project kolaborasi bersama Polri. Kecamatan ini dipilih karena ketersediaan lahan yang memadai serta potensi pengembangan yang cukup besar.
Demikian disampaikan Budi Surlani, S.Hut.MM Plh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan melalui Muhammad Taufik, SP Kabid Tanaman Pangan, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, pada Musim Tanam (MT) I tahun 2026 dilaksanakan pada kurun waktu April hingga Juni 2026. Lahan yang digarap pada MT I seluas 10 hektar yang berada di 3 desa, yakni Desa Sialang Indah, Desa Harapan Jaya, dan Desa Betung.
” Dari hasil panen tersebut, jumlah produksi jagung pipil mencapai 18,66 ton. Seluruh hasil panen tersebut telah diserap oleh Bulog. Hasil panen jagung pipil Pelalawan juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Bulog,” bebernya.
Taufik juga menyebutkan untuk MT II akan berlangsung pada Oktober 2026 hingga Januari 2027. Pengembangan difokuskan pada lahan seluas 20 hektar, ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, tambah Taufik, Pemkab Pelalawan dan Polres Pelalawan berharap produksi jagung pipil terus meningkat, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
” Kolaborasi dalam swasembada pangan bersama Polres Pelalawan saat ini berjalan baik dengan selalu melakukan koordinasi secara intens bersama Polsek Pangkalan Kuras termasuk bersama kelompok tani,” tukasnya.(ZoelGomes)
