RIAUDETIL.COM, INHU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat ini sedang menjadi sorotan, pasca tertangkapnya 2 orang ASN di dinas tersebut terlibat narkoba kembali terungkap adanya ASN yang jarang masuk kantor.
Ard alias AB, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas PUPR diduga tidak pernah masuk kantor selama berbulan-bulan.
Bahkan yang bersangkutan diduga ikut main proyek diberbagai OPD yang ada dilingkungan Pemkab Inhu, hal ini tentu saja merugikan bagi rekanan kontraktor.
“Modus yang digunakan dimana yang bersangkutan memakai perusahaan atas nama orang lain yang berasal dari luar daerah Inhu untuk mengikuti lelang atau tender,” kata salah satu sumber yang enggan namanya dipublikasikan.
Bahkan disinyalir yang bersangkutan juga memiliki perusahaan sendiri namun dibuat atas nama orang lain, diindikasi perusahaan tersebut memenangkan salah satu tender milyaran rupiah disalah satu instansi.
“Ini jelas sangat merugikan bagi rekanan kontraktor yang seharusnya mendapatkan proyek-proyek tersebut,” ujarnya
Berdasarkan informasi yang didapat ada belasan bidang pekerjaan yang sangat strategis dan nilainya cukup wah yaitu milyaran rupiah yang berhasil dimenangkan oleh yang bersangkutan (AB).
“Ini jelas sangat merugikan bagi kontraktor yang telah menunggu selama 1 tahun ikut tender yang pada akhirnya dimenangkan oleh oknum tersebut,” ujarnya lagi.
Diakuinya bahwa yang bersangkutan bukan hanya bermain proyek di dinas tempatnya berkerja saja, melainkan juga di dinas lainnya seperti Dinas Kesehatan Inhu.
Akibat hal ini, berdasarkan hasil penelusuran ke dinas terkait, Ard bertugas sebagai staf disalah satu bidang di Dinas PUPR Inhu, namun yang bersangkutan jarang masuk kantor, kata salah satu sumber yang bisa dipercaya.
Sekda Inhu Zulfahmi Adrian AP MSi ketika dikonfirmasi terkait hal ini meminta agar hal ini ditanyakan kepada kepala OPD nya terlebih dahulu.
“Tanya ke kepala OPD nya dulu,” singkatnya, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, Kadis PUPR Inhu belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini, yang bersangkutan (Ard) belum berhasil dihubungi melalui selulernya. (Man)

