MERANTI – Polsek Tebing Tinggi Barat terus menunjukkan peran aktif dan komitmen nyatanya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga hadir langsung menjawab kebutuhan riil warga melalui pembangunan fasilitas umum yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan dimulainya Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Polri di Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dirasakan warga, khususnya pelajar dan masyarakat sekitar yang setiap hari melintasi jembatan kayu dengan kondisi kurang aman.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Dominikus Turnip, S.E., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kami ingin memastikan akses masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dapat digunakan dengan aman dan layak,” ujar Ipda Dominikus Turnip, kepada GoRiau.com, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, jembatan yang berada di lingkungan MTS Al Ansor, Jalan Pendidikan, Desa Kuala Merbau ini sebelumnya berbahan kayu dan dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar keselamatan. Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, jembatan tersebut akan dibangun menjadi jembatan permanen dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter.
Tidak hanya itu, demi meminimalisir risiko kecelakaan, jembatan ini juga akan dilengkapi dengan pagar pengaman di sisi kiri dan kanan. Pagar tersebut dirancang sebagai pengaman tambahan bagi pejalan kaki, khususnya siswa-siswi sekolah dan warga lanjut usia, agar terhindar dari bahaya terpeleset atau terjatuh ke bawah jembatan.
Sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat, kegiatan pembangunan diawali dengan Doa Bersama Pembangunan Jembatan Presisi Merah Putih yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) pagi. Doa bersama ini menjadi simbol harapan agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga Desa Kuala Merbau yang menyambut antusias dimulainya pembangunan jembatan tersebut.
Pengerjaan jembatan telah resmi dimulai dan ditargetkan dapat segera diselesaikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Meski estimasi waktu pengerjaan sekitar 40 hari, pihak pelaksana optimistis pembangunan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar satu minggu, selama tidak terdapat kendala cuaca maupun hambatan teknis lainnya.
Kepala Desa Kuala Merbau, Efendi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran kepolisian, mulai dari Kapolsek, Kapolres, Kapolda hingga Kapolri, atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Pulau Merbau.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dibangunnya jembatan ini. Ini sangat membantu masyarakat kami. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut dan Pulau Merbau, khususnya Desa Kuala Merbau, tetap menjadi perhatian pemerintah ke depan,” ungkap Efendi.
Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh Pemekaran Pulau Merbau, Parman Alwi. Ia menilai pembangunan jembatan tersebut sangat strategis dan memiliki dampak besar bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk menuju sekolah.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga penunjang keselamatan dan masa depan generasi muda kita. Dengan kondisi yang lebih kuat dan dilengkapi pagar pengaman, tentu akan memberikan rasa aman bagi anak-anak,” ujarnya.
Diketahui, di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat tiga jembatan Merah Putih Presisi yang akan dibangun, masing-masing berlokasi di Semulut Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Kuala Merbau Kecamatan Pulau Merbau, dan Desa Tanjung Gemuk Kecamatan Rangsang.
Melalui program ini, Polri berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur.**

