Kasus Penganiayaan Berakhir Damai, Ternyata Cuma Kesalahpahaman Bukan Persoalan Pelakor

KAMPAR(Riaudetil) – Kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Lintas PT RAPP, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan berujung damai antara pelaku TM (25) warga Tanjung Pauh, kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing dengan korban N (30) warga Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Untuk diketahui, Kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 21 Desember 2025 sekitar pukul 00.30 WIB.

Dengan berdamainya antara TM dan N, TM telah bebas dari tahanan Polres Kampar.

Usai bebas, TM yang didampingi suaminya S (30) kepada wartawan menyampaikan bahwa kejadian penganiayaan ini sebenarnya terjadi karena adanya kesalahpahaman.

“Kejadian itu sebenarnya kesalahpahaman, ceritanya bukan seperti di berita yang telah beredar luas. Saya ingin meluruskan apa sebenarnya yang terjadi,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

TM menjelaskan awal mula kejadian tersebut, dirinya berada didalam mobil bersama 4 orang lainnya, lalu tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang dikendarai N yang menabrak mobil mereka sebanyak 2 kali yang mengakibatkan kerusakan di sisi belakang kiri mobilnya.

“Saya ingin meluruskan berita yang beredar bahwa saya yang melabrak istri sah itu tidak benar, bukan saya yang melabrak dia, tetapi dia yang melabrak saya dan menabrak mobil saya. Mobil saya ditabrak dari belakang dan dia (N) langsung melabrak saya, tentu saya langsung emosi hingga membuat saya hilang kendali, saya langsung menjambak dan terjadilah perkelahian antara kami,” ungkap TM.

Lebih lanjut terkait berita yang beredar, TM mengatakan bahwa dirinya pelakor itu juga tidak benar. TM sudah memiliki suami sah, sedangkan N juga sudah memiliki suami.

“Kami sama sama sudah bersuami, tetapi dia cemburu dan menuduh saya berselingkuh dengan suaminya. Dia itu curiga suaminya memiliki hubungan dengan saya, jadi semua ini kesalahpahaman dan dia juga sudah mengakuinya di Polres Kampar,” ucapnya.

“Alhamdulillah hari ini, saya sudah bebas dan kami sudah berdamai,” imbuh TM.***