RIAUDETIL.COM, INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar kegiatan Dzikir dan Doa bersama dalam rangka memperingati peristiwa Rengat Bersejarah 5 Januari. Kegiatan yang menjadi puncak refleksi spiritual ini dilaksanakan di Pendopo Junjung Buih Rengat pada Senin (05/01/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil serta Dzikir yang dipimpin oleh Ustad Rajuki Ridwan. Momentum ini menjadi sarana bagi jajaran pemerintah dan masyarakat.
Ini untuk mengenang kembali pengabdian serta pengorbanan para pahlawan dalam tragedi 5 Januari 1949 demi mempertahankan bangsa dan negara.
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto SSos MSi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian peringatan tahun ini, mulai dari pelaksanaan apel kehormatan, prosesi tabur bunga hingga ditutup dengan doa bersama.
“Peristiwa Rengat Bersejarah 5 Januari 1949 adalah catatan perjalanan yang sangat lekat dan memiliki nilai perjuangan luar biasa bagi masyarakat Inhu,” katanya.
Di tempat ini, monumen yang ada menjadi saksi bisu tragedi Rengat Berdarah. Untuk itu dirinya mengajak kita semua untuk menjaga dan memelihara aset-aset sejarah yang ada di Kabupaten Inhu.
Lebih lanjut, Bupati Ade menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinannya untuk terus melakukan perbaikan di berbagai sektor, termasuk penataan dan pengelolaan aset milik daerah.
Ia berharap peringatan sejarah ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen daerah untuk mewujudkan “Gerakan Perubahan”.
“Saya berharap peran aktif pemangku jabatan dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melangkah menuju perubahan dengan menanamkan cara kerja yang lebih inovatif, kreatif, efisien, dan tepat sasaran,” bebernya.
“Hal ini semata-mata agar kesejahteraan masyarakat Kabupaten Inhu dapat segera terwujud,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua TP PKK, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD serta ASN di lingkungan Pemkab Inhu. (Man)

