Pelalawan, riaudetil.com – Menindaklanjuti arahan Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Tim Satgas Antisipasi Banjir meninjau sejumlah titik drainase dan infrastruktur di Pangkalan Kerinci, Rabu (21/10/2026).
Peninjauan dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, Drs. Fakhrizal, M.Si, Kadis PUPR Irham Nisbar, ST.MT dan perangkat daerah terkait. Fokus utama kegiatan adalah memastikan kelancaran aliran air dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan di kawasan rawan genangan menjelang musim penghujan.
Fakhrizal mengatakan, sesuai arahan Bupati Zukri, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, terutama menghadapi prediksi musim penghujan yang akan berlangsung pada akhir Oktober hingga Desember 2026.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, kita harus antisipasi sejak dini jangan sampai sudah banjir baru bertindak,” ujar Fakhrizal.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah saluran drainase di kawasan Jalan Pemda, dekat Jalan Adi Irma. Di lokasi tersebut, pembersihan saluran sepanjang kurang lebih 450 meter telah berlangsung selama dua hari oleh tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui kegiatan swakelola tahun anggaran 2026.
“Pembersihan ini diharapkan dapat memperlancar aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi. Kami juga mengusulkan pembangunan drainase baru karena kondisi saluran saat ini berbatasan langsung dengan pondasi rumah warga. Kebutuhan anggarannya akan dihitung dan diajukan kepada Bapak Bupati,” jelasnya.
Selain Jalan Pemda, Tim Satgas juga meninjau progres pekerjaan jalan dan drainase di kawasan Jalan Adi Irma, BTN Lama. Hingga saat ini, pembangunan drainase di sisi kanan telah mencapai sekitar 500 meter dari target 600 meter, sementara pekerjaan di sisi kiri baru mulai dilaksanakan. Adapun pekerjaan jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer juga masih berlangsung.
Fakhrizal berharap masyarakat dapat mendukung dan memaklumi pelaksanaan pekerjaan tersebut meskipun untuk sementara waktu mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Ini semua untuk kepentingan bersama. Kita ingin fungsi drainase maksimal dan risiko genangan saat curah hujan tinggi bisa diminimalkan,” tutupnya.(ZG)
