Pelalawan, riaudetil.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pelalawan mengeluarkan Surat Edaran (SE) perihal pelaksanaan pembayaran THR keagaamaan tahun 2026.
Kepada riaudetil.com, Kamis (5/3/2026) Devitson Saharuddin, SH.MH Plt.Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan menyebutkan guna menindaklanjuti Surat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Nomor : T/86/500.15.14/DISNAKERTRANS/2026 tanggal 24 Februari 2026 Perihal Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2026 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam menyambut Hari Raya Keagamaan, maka bersama ini disampaikan hal-hal dalam Pemberian THR Keagamaan tersebut dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. THR Keagamaan diberikan kepada:
a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih.
b. Pekerja/Buruh yang mempunyai Hubungan Kerja dengan Pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:
a. Bagi Pekerja/Buruh yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.
b. Bagi yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan:
Masa Kerja x 1 (satu) bulan upah
12
3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, Upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut:
a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.
b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata Upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
4. Bagi Pekerja/Buruh yang Upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.
5. Bagi Perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, atau kebiasaan, lebih besar dari nilai THR Keagamaan sebagaimana nomor 3 di atas maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau kebiasaan tersebut.
6. Mekanisme pembayaran THR:
a. Dibayar maksimal 7 hari sebelum Hari Raya.
b. Walaupun ketentuan dibayarkan adalah 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan, namun dihimbau agar dibayarkan H-14 sebelum Hari Raya Idul Fitri.
c. THR Keagamaan wajib dibayarkan oleh Pengusaha secara penuh dan tidak boleh dicicil.
” Untuk memastikan pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan Tahun 2026 bagi pekerja/buruh di perusahaan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan menerima Pengaduan dan Pelayanan Konsultasi pada Pos Komando (Posko), pelayanan konsultasi pekerja/buruh untuk mengatasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2026,” tutupnya.(ZoelGomes)

