Mandi Balimau Sultan Kazanah Budaya Masyarakat Pelalawan,Tradisi Turun – Temurun Sambut Bulan Suci Ramadhan

 

RIAUDETIL.COM,PELALAWAN – Kabupaten Pelalawan dikenal sebagai daerah yang kaya dengan tradisi serta adat budaya yang diturunkan oleh leluhur dari generasi ke generasi sampai saat ini masih melekat. Kemajuan zaman ternyata tidak menggerus perubahan beberapa tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat di Kabupaten Pelalawan.
Sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Pelalawan, memiliki tradisi yang cukup unik dalam rangka menyambut masuknya bulan suci Ramadhan. Di Kecamatan Pelalawan misalnya, menyambut masuknya bulan puasa masyarakat biasa melakukan tradisi yang biasa disebut dengan Mandi Balimau Sultan. Seperti diketahui, di Kecamatan Pelalawan sendiri adalah tempat keberadaan kerajaan Pelalawan dengan istananya yang disebut Istana Sayap.

Mandi Balimau Sultan, menurut penuturan masyarakat disana, telah dilakukan secara turun temurun oleh keluarga kerajaan dan masyarakat Pelalawan sejak dahulu kala. Meski zaman telah jauh meninggalkan kekunoan, namun tradisi Mandi Balimau Sultan masih terus dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Pelalawan setiap menjelang masuknya bulan Ramadan.

Mandi Balimau Sultan merupakan tradisi turun-temurun dari Kerajaan Pelalawan. Kegiatan itu, dilaksanakan di Istana Sayap Kerajaan Pelalawan. Masyarakat berkerumun menyaksikan prosesi kegiatan di pinggir Sungai Kampar yang menjadi lokasi Mandi Balimau Sultan.Pada tahun ini, Mandi Balimau Sultan digelar pada  Selasa (5/3/2024) sore lalu.

Balimau Sultan merupakan tradisi kerajaan pelalawan untuk menyambut potang mogang. Sultan megajak mandi bersama dengan masyarakatnya di tepian sungai (hulu bandar) istana sayap kerajaan, konon ceritanya Kegiatan ini tiap tahun dilaksanakan hingga sekarang untuk mepertahankan budaya ini, bentuk perwujudan masyarakat pelalawan untuk melestarikan adat dan tradisi di desa pelalawan.

Mandi Balimau Sultan ini merupakan ritual pembersihan diri pembuka di Pelalawan.Artinya, tidak ada boleh lokasi manapun di Kabupaten Pelalawan menggelar acara potang mogang sebelum Mandi Balimau Sultan digelar.

Dalam menyambut bulan suci Ramadan 1445 H tahun 2024 masehi ini , masyarakat yang ada di seluruh pelosok Kabupaten Pelalawan melaksanakan ritual pembersihan diri dengan mandi balimau yang biasa dikenal dengan istilah  Potang Mogang.

Prosesi tradisi ritual ini dimulai dari tanah bersejarah, tempat berdirinya kerajaan Pelalawan yakni  Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan , masyarakat setempat mengenalnya  dengan nama Mandi Balimau Sultan di Kawasan Istana Sayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.
Prosesi adat Balimau Sultan dimulai dari menjemput pewaris Kerajaan Pelalawan oleh sejumlah pengawal berbaju adat yakni  Sultan Pelalawan, Assyaidis Syarif Kamaruddin Haroen.Kemudian diarak untuk melaksanakan salat berjemaah.

Sebelum itu, Sultan Pelalawan mengambil wudhu di sebuah telaga yang dikhususkan bagi keluarga kerajaan. Tempat air ini dikenal dengan Talago Nago.

Usai salat, Sultan Pelalawan memimpin rombongan untuk berziarah ke pemakaman pendahulunya, tak jauh dari masjid. Kemudian dilanjutkan makan bersama dengan tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Puncak acara adalah penyiraman air dari akar dan bunga dicampur jeruk nipis kepada kepala suku ataupun tokoh adat. Penyiraman ini sebagai syarat penyucian diri sebelum memasuki Ramadhan.

Setelah itu, Sultan Pelalawan memberikan pepatah-petitih berisi pesan moral dalam beragama dan bermasyarakat. Sultan mengajak masyarakat rajin berbagi antara sesama dan mempersiapkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadhan.

Bupati  Zukri  menyampaikan harapannya agar tradisi turun temurun Balimau Sultan di Kecamatan Pelalawan hendaknya dapat terus dilestarikan, karena hal ini merupakan suatu tradisi yang sudah ada sejak lama dilakukan oleh para pendahulu ketika memasuki bulan Ramadhan, dengan niat dan harapan agar kita semua memiliki hati yang bersih, rasa keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadhan.


Balimau Sultan ini lanjutnya, adalah tradisi yang harus terus dijaga dan dilestarikan,  tidak boleh lekang ditengah panas, tidak lapuk.ditengah hujan, dan jangan sampai hilang ditelan bumi.

Maka dari itu, tradisi ini harus betul-betul dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Untuk itu, dari tahun ketahun harus terus lebih baik, sehingga masyarakat terutama sekali para generasi muda nantinya tertarik untuk melihat, menyaksikan, dan juga menjaga tradisi Mandi Balimau Sultan ini.

Bupati.Zukti menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus menjaga tradisi ini, bahkan berencana menjadikan Pelalawan ini sebagai pusat budaya di Riau, di Indonesia bahkan di dunia.

InsyaAllah kawasan Istana Sayap  ini, akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah, agar menjadi lebih baik dan menarik, sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan, baik lokal maupun manca negara untuk datang berlibur maupun mempelajari sejarah, namun semua niat dan rencana  ini, butuh dukungan dari kita semua, sehingga apa yang kita niatkan, apa yang kita cita-citakan dikobulkan oleh Allah SWT.

Bupati Zukri  menambahkan, bahwa tahun ini Pemerintah  Kabupaten Pelalawan akan menjadikan istana sayap sebagai pusat wisata edukasi bagi anak-anak sekolah,  akan disediakan bus gratis buat sekolah-sekolah  se-Kabupaten Pelalawan yang ingin berwisata ke Istana Sayap, dengan tujuan agar generasi muda Kabupaten Pelalawan kedepan tidak melupakan sejarah, terutama sekali sejarah mengenai Istana Sayap.

 

Penghulu  Koto Pelalawan sekaligus Edi Hanafi menyebutkan mandi Balimau sultan adalah tradisi turun temurun dari para leluhur Kerajaan Pelalawan yang pernah berdiri di Kabupaten Pelalawan ini. Istana Sayap Pelalawan merupakan situs peninggalan kerajaan yang masih berdiri megah, kegiatan ini harus dimulai terlebih dahulu dari daerah lainnya, karena Pelalawan adalah salah satu negeri yang memiliki kerajaan yang besar di wilayah nusantara Indonesia.(Advertorial Pemkab Pelalawan)