Pelalawan, riaudetil.com – Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan memburuk drastis dan masuk kategori berbahaya.Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) ISPUnet, Sabtu (18/10/2026) pukul 14.00 WIB, Kabupaten Pelalawan mencatat ISPU 343 dengan parameter kritis PM2.5. Status BERBAHAYA.
Tingkat kualitas udara tersebut didefinisikan sebagai tingkat yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.
Pada grafik pemantauan, PM10 juga tercatat tinggi di angka 249 (Sangat Tidak Sehat), sementara PM2.5 menjadi yang tertinggi dengan 343. Parameter lain seperti SO2 (22), CO (0), O3 (4), NO2 (18), dan HC (0) masih dalam batas rendah.
Kondisi lingkungan saat pengukuran menunjukkan kelembaban 60,62%, tekanan udara 1.007 mBar, dan suhu 35°C.
Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela rumah.
Zulfan, MSi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada riaudetil.com menyebutkan, asap kiriman tidak hanya dari propinsi tetangan seperti Palembang dan Jambi, namun juga dari Kalimantan.
” Warga diminta untuk tidak beraktivitas diluar jika tidak terlalu penting.jaga kesehatan gunakan masker,” tegasnya.
Zulfan juga menyampaikan di Kabupaten Pelalawan masih berpotensi hujan dan OMC atau hujan buatan juga tetap dilakukan.
” Kita berharap hujan turun hingga dapat mengurangi kabut asap kiriman yeng telah terjadi,” tukasnya. (ZOELgomes)
