Pelalawan, riaudetil.com – Muhammad Daud Ketua Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K ) Kabupaten Pelalawan angkat bicara perihal kondisi terkini kawasan Tugu Bono yang menelan biaya hingga Rp.7,8 milyar melalui sumber dana CSR PT.EMP Bentu Ltd
Menurut Muhammad Daud, PT.EMP Bentu Ltd harus bertanggung jawab penuh terhadap perawatan maupun kerusakan yang timbul sebelum seluruh pekerjaan tuntas dan diserah terimakan kepada Pemkab Pelalawan.
” Ada beberapa titik yang menjadi perhatian warga saat ini. Diantaranya, pada titik tugu bono tampak kualitas plat 7 lengkungan gelombang sudah berkarat.Pengadaan lampu penerangan, kualitas penampung air agar tidak bocor hingga menyebabkan air bertumpahan di jalan serta air mancur.Termasuk bahan huruf yang tersusun yang disekitar tugu yang kualitasnya dinilai tak sesuai dan rawan dari kerusakan.Lampu – lampu kawasan RTH yang rusak.batu – batu bulat diareal tepi RTH menghadap yang goyang dan terlepas dari dudukannya dan lain lain ,” ungkapnya.
Ditambahkan Daud, masih ada tahapan yang masih belum dikerjakan dibeberpa titik kawasan tugu bono dan tidak adanya sarana toilet umum yang ada dikawasan RTH Tugu Bono.
” EMP Bentu Ltd diminta untuk mengevaluasi vendor agar pekerjaan sesuai spek yang sudah disepakati.Lebih selektiflah untuk memilih vendor dengan kerja maksimal dan penuh tanggung jawab.Memang betul ini CSR dari EMP Bentu Ltd namun ini juga tidak akan terealisasi jika tak mendapat restu dari SKK Migas.Makanya pekerjaannya harus punya mutu dan kualitas tinggi,” bebernya.
Muhammad Daud juga meminta pihak EMP Bentu Ltd agar menyampaikan kendala – kendala yang terjadi sehingga Pemerintah dan masyarakan update dengan informasi.
” Sampaikan kendala – kendala terjadi sehingga dapat dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan.Informasi sejumlah tahapan – tahapan pekerjaan juga harus jelas dan dapat disampaikan melalui media massa.Intinya Kita P3K Kabupaten Pelalawan harus dilakukan evaluasi secara utuh,” tutupnya. (ZOELGomes)

