RIAUDETIL.COM, RENGAT – Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto bersama Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra meninjau langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sungai Guntung Hilir, area KSO eks PT Kurnia Subur (lahan sitaan Satgas PKH).
Peninjauan ini dilakukan guna memantau proses pemadaman serta memberikan dukungan moral kepada petugas di lapangan. Turut hadir para Kepala OPD terkait serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu.
Di lokasi kebakaran, Bupati mengungkapkan bahwa kondisi medan dan kesulitan penanganan di lapangan jauh lebih kompleks dibandingkan perkiraan di atas meja.
Menurutnya, pemadaman lahan gambut membutuhkan kerja keras dan pengawasan ekstra karena potensi munculnya titik api baru sangat tinggi.
”Kami sempat duduk beberapa jam di sini, api yang kelihatannya sudah padam bisa tiba-tiba muncul kembali menjadi titik api baru,” ungkapnya.
Dikatakannya bahwa karakteristik lahan gambut ini memang sulit diprediksi. Meski sudah dilakukan pendinginan, penjagaan 24 jam harus terus dilakukan.
Ia menambahkan, hari ini terdeteksi sekitar empat titik api di kawasan tersebut. Pemadaman dilakukan menggunakan teknik water bombing untuk satu titik, sementara tiga titik lainnya ditangani langsung oleh tim darat.
Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang berjibaku di lapangan dan mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menjaga lingkungan guna mencegah bencana serupa.
Senada dengan Bupati Kapolres Inhu menyampaikan pesan semangat kepada seluruh personil gabungan yang bertugas.
”Tetap semangat, kerja ikhlas, dan mari kita memohon doa kepada Allah SWT agar segera turun hujan. Karena bagaimanapun, hujan adalah penolong utama yang bisa membasmi seluruh titik api di area ini,” ungkap Kapolres.
Peninjauan ini dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam percepatan penanganan karhutla di wilayah Inhu. (Man)

