Gerak Cepat Ketua Pansus PAD Riau, Gandeng Agustaviano Sofjan Diplomat Senior Kemenlu RI Atasi Defisit APBD

Pekanbaru, riaudetil.com – H.Abdullah Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Riau bergerak cepat dengan taktis dalam upaya menggenjot dan memaksimalkan pendapatan daerah guna mengatasi defisit anggaran APBD Riau.
Tak main – main, H.Abdullah yang merupakan Anggota Komisi 3 DPRD Riau sekaligus Sekretaris Fraksi PKS ini menggandeng Agustaviano Sofjan sang Diplomat Senior Kementerian Luar Negeri RI.
” Beliau ini alumni Universitas Riau yang syarat pengalaman dan sangat berkompeten.Pernah menjabat sebagai Direktur Pembangunan Ekonomi dan LH Kemenlu RI serta Konsul Jendeeal di Ho Chi Minh City Vietnam.Beliau terlibat dalam mendatangkan 10 duta besar tahun lalu dalam agrnda Pacu jalur di Kuansing Riau dan dan menfasilitasi para pengusaha.Kita butuh sosok beliau dalam memecah kebuntuan pendapatan Propinsi Riau.” ujarnya.
Ditambahkan H.Abdullah, sebagai Diplomat senior yang memiliki jaringan luas di asar Internasional maupun nasional dapat mendatangkan investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Provinsi Riau.
” Kita butuh dukungan dari semua pihak termasuk san Diplomat Senior. Dampak dari defisit anggaran akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil DBH dan Dana Alokasi Umum DAU mulai terasa di negeri Lancang Kuning.Tentu Kita butuh terobosan yang laur biasa dalam mengatasi defisit APBD Riau saat ini” bebernya.
H.Abdullah membeberkan, ada 3 poin penting  yang dibahas dalam pertemuan bersama Agustaviano Sofjan.Poin pertama, potensi ekonomi hilirisasi di Riau terkhusus CPO beserta produk turunan indusrinya. Kedua Potensi industri di Riau seperti di Bukit Bakul,Ransang, Tanjung Buton,Tenayan dan Inhil.Ketiga, potensi pengembangan Energi Baru Terbarukan dengan kondisi krisis enerfi saat ini dan keinginan dari Presiden RI dalam swadaya energi dan Provinsi Riau punya potensi itu.
Menurut Abdullah, sang diplomat menyarankan dalam menarik minat investor, Riau tak bisa lagi menjual bahan mentah namun harus punya konsep jelas dan terukur dalam mempromosikan hilirisasi,konensivitas dan berkelanjutan, baik dalam maupun luar negeri.Dinulai dari hilirisasi industri sawit, hilirisasi sektor kehutanan Pulp and Paper viscose rayon yang ramah lingkungan,potensi energi baru terbarukan seperti POME dan pembangunan lembangkit listrik berbasis bio massa.Menghidupkan kembali kawasan pesisir dengan gagasan Sijori yang terintegrasi menjadikan Riau pusat logistik menyaingi pelabuhan – pelabuhan besar lainnya.
Tak lupa, H.Abdullah mengingatkan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan pendapatan daerah terutama memberikan akses luas dan kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di Riau,tutupnya.(ZoelGomes)