Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri dan Pemuda Hidupkan Budaya Lokal di Desa Rantau Bakung

Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik ITB Indragiri dan Pemuda Gelar Lomba Gasing di Desa Rantau Bakung

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Semangat pelestarian budaya lokal kembali menggema di Desa Rantau Bakung Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dimana Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri bersama pemuda desa sukses menggelar turnamen gasing tradisional.

Lomba tersebut berlangsung meriah selama tiga hari, mulai Sabtu (4/4/2026) hingga Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Rantau Bakung, Komar Zaman, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan permainan tradisional di tengah arus modernisasi.

“Turnamen ini sangat positif karena mampu menghidupkan kembali budaya lokal dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Turnamen gasing tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain warga setempat, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari sejumlah desa.

“Diantaranya Desa Redang, Sialang Dua Dahan, Sungai Dawu, Pematang Jaya hingga Pematang Reba,” katanya.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati arena. Kehadiran penonton yang ramai turut menambah semangat para peserta dalam mengikuti setiap pertandingan.

Ketua panitia, Darman Sopian, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara mahasiswa KKN-T dan pemuda desa.

“Peran aktif mahasiswa juga terlihat melalui keterlibatan langsung Ketua Kelompok KKN, Chindy Anathasia, bersama tim dalam mendukung berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Rantau Bakung, Bismihadi, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bentuk komitmen pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya tradisional agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa, seperti perangkat desa, tokoh pemuda, Ketua BPD, Ketua LPM serta Ketua Adat, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya lokal.

Dukungan juga datang dari pihak akademisi, Rektor ITB Indragiri Dr Raja Marwan Indra Saputra SE MSi menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Ke depan, diharapkan program serupa dapat dilaksanakan di seluruh lokasi KKN-T sebagai upaya pelestarian kearifan lokal di berbagai daerah,” ungkapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Suharmiyati SE MM dan Risanti Mariska SE MM.

Keduanya menilai kegiatan turnamen gasing ini merupakan bentuk nyata keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mengangkat dan melestarikan budaya lokal.

Selain itu, mereka juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah desa.

“Kami sangat mengapresiasi respon positif Kepala Desa beserta seluruh perangkat desa terhadap berbagai kegiatan mahasiswa KKN-T. Dukungan ini sangat berarti dalam kelancaran seluruh program yang dilaksanakan di lapangan,” ujar mereka.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, turnamen gasing ini menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dinilai mampu menghadirkan energi baru dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Meski masih terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan aspek teknis pelaksanaan, hal tersebut tidak mengurangi semangat panitia dan masyarakat. Justru, kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang.

Dengan tingginya partisipasi dan dukungan berbagai pihak, turnamen gasing tradisional di Desa Rantau Bakung diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, bahkan berkembang menjadi event budaya berskala lebih luas di masa depan. (Man)