KAMPAR(riaudetil)- Dalam rangka menjaga kualitas dan keamanan, Dinas Perhubungan telah menerapkan sistem pengawasan yang melibatkan distribusi dan pemantauan bahan bangunan. Para petugas melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap armada angkutan dan bahan yang dibawa.
Misalnya, kendaraan angkutan yang mengangkut pasir dan batu harus memiliki standar tertentu seperti batas kapasitas yang telah ditetapkan.
Namun, dalam melaksanakan pengawasan masih terdapat beberapa tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah kurangnya kesadaran dari sejumlah pengusaha konstruksi mengenai pentingnya penggunaan bahan bangunan yang tepat dan sesuai standar.
“Pada suatu ketika, terjadi penemuan material bangunan yang membawa risiko, seperti pasir yang mengandung banyak lumpur, yang dapat merusak kualitas beton,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampar Aidil, Rabu (14/1/2026).
Pihak Dishub mengatakan, peran masyarakat dalam pengawasan angkutan bahan bangunan juga sangat vital. Masyarakat dapat turut serta dalam melaporkan jika menemukan aktivitas pengangkutan yang mencurigakan atau tidak sesuai ketentuan.
Komunikasi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya pengawasan ini.
“Sebagai contoh, ada inisiatif komunitas di Kampar yang mendukung transparansi proyek pembangunan dengan mengadakan forum diskusi antara pengembang dan warga setempat,” terangnya.***

