Komitmen Pemkab Pelalawan Capai Rasio Elektrifikasi 100 Persen 

– Jaringan Kabel Bawah Laut Sokoi – Pulau Mendol Penuhi Layanan Listrik 24 Jam di Daerah Perairan

RIAUDETIL.COM – Rasio Elektrifikasi di Kabupaten Pelalawan terus meningkat, dengan fokus mencapai 100% rasio elektrifikasi melalui program “Pelalawan Terang” dan pembangunan infrastruktur seperti PLTG, serta perluasan jaringan kabel bawah laut. Upaya ini, yang melibatkan kolaborasi PLN dan Pemkab Pelalawan, bertujuan mengalirkan listrik 24 jam ke desa terpencil, termasuk Pulau Mendol.

 

Target Elektrifikasi: Pemkab Pelalawan berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi hingga mencapai 100%, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di berbagai dusun.

Program “Pelalawan Terang”: Program ini digalakkan untuk memperluas akses listrik, termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan perluasan jaringan PLN.

 

Proyek Strategis: Sedang dilaksanakan penggelaran saluran kabel bawah laut tegangan menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi ke Pulau Mendol, yang ditargetkan selesai pada Mei 2026 untuk melayani 2.200 pelanggan.

Peningkatan Akses: Banyak dusun terpencil dan terisolasi kini mulai menikmati listrik PLN selama 24 jam.

Kondisi Sebelumnya: Meskipun sempat beroperasi dengan PLTD swadaya, fokus pemerintah kini adalah memastikan seluruh rumah tangga teraliri listrik dari jaringan PLN yang stabil.

 

Upaya berkelanjutan ini bertujuan memastikan seluruh wilayah di Pelalawan mendapatkan akses listrik yang memadai dan merata.

Pukuhan tahun silam, kondisi listrik terkhusus di Kecamatan Kuala Kampar sangat memprihatinkan.Masyarakat hanya dapat menikmati listrik selama 12 saja. Lebih parahnya, jika mesin dari PLN mengalami kerusakan maka pemdaman bergilir kerap terjadi bahkan jika mesin mengalami kerusakan parah, masyarakat hanya menikmati listrik paling lama 4 jam saja.

 

Pemadaman listrik bergilir di Kuala Kampar sering terjadi saat beban puncak.Masyarakat minta pelayanan dimaksimalkan sehingga tidak mengganggu aktifitas warga.Seiring waktu berjalan, proposal pembangunan jaringan bawah laut mulai dilayangkan ke pusat dan mendapat lampu hijau.Pada bulan November 2023, pembangunan jaringan kabel bawah laut Sokoi – Pulau Mendol dilelang.Selanjutnya awal Januari 2024 pekerjaan akan dimulai.

– PT PLN UID Riau dan Kepri Dukung Pembangunan Jaringan Kabel Bawah Laut Sokoi – Pulau Mendol

Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M, MM. mengikuti Rapat Koordinasi Pemeriksaan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) rencana kegiatan penggelaran saluran kabel bawah laut tegangan menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi ke Pulau Mendol, yang berlokasi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan pada  Selasa (20/10/2025) silam.

Kegiatan ini diselenggarakan secara zoom meeting oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan pada Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Rapat diikuti oleh berbagai pihak terkait, antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Bappeda Kabupaten Pelalawan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pelalawan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pelalawan, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Investasi/BKPM, serta Tim Pemrakarsa dan Tim Penyusun PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jaringan kabel bawah laut oleh PT PLN UID Riau dan Kepri. Ia berharap proyek ini dapat segera terealisasi agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Pulau Mendol.

“Kami berharap pembangunan kabel bawah laut ini bisa dituntaskan dengan cepat karena akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat. Pulau Mendol memiliki potensi luar biasa, baik dari sektor pangan, padi, maupun kelapa. Dengan listrik yang stabil, potensi ini bisa dioptimalkan.” ujar Bupati Zukri.

Lebih lanjut, Bupati menilai bahwa dari hasil kajian awal, dampak ekologis proyek ini relatif kecil dan tidak signifikan terhadap lingkungan laut setempat. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian dan dukungan penuh agar proses perizinan dan pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar.

Usai mengikuti rapat, Bupati Zukri juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan, khususnya warga Kecamatan Kuala Kampar dan Pulau Mendol.

“Alhamdulillah, proses persiapan izin lingkungan untuk pembangunan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol sudah hampir selesai. Setelah ini, kita akan masuk ke tahap pembangunan. Saya mohon doa dari masyarakat agar semua berjalan lancar. Kita ingin masyarakat Pulau Mendol tidak lagi menikmati listrik hanya 12 jam atau 4 jam per hari. Ini bagian dari ikhtiar kita agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan listrik secara penuh dan berkesinambungan.” terangnya.

Selanjutnya, pada Senin (6/4/2026) Bupati Pelalawan H.Zukri melakukan audiensi bersama pihak PLN dalam rangka mempercepat pembangunan kabel listrik bawah laut menuju Pulau Mendol. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyampaikan bahwa progres pemasangan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Ia optimistis pengerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Mei 2026.

“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, proses pengerjaan proyek tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. Oleh karena itu, PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar.

Pembangunan kabel bawah laut ini dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan pasokan listrik di Pulau Mendol yang selama ini belum menikmati layanan listrik penuh selama 24 jam. Dengan adanya infrastruktur tersebut, diharapkan distribusi listrik akan lebih stabil dan merata.

Sementara itu, Bupati Zukri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas komitmen dan kerja keras dalam merealisasikan proyek tersebut.

Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam sangat dinantikan masyarakat dan akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup.

“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui koordinasi lintas sektor agar tidak ada kendala berarti di lapangan.

Dengan progres yang telah mencapai setengah jalan dan target penyelesaian yang semakin dekat, masyarakat Pulau Mendol kini memiliki harapan besar untuk segera menikmati layanan listrik tanpa henti, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di wilayah tersebut.

Hal senada juga disampaikan Eykel Boy Ginting Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci .Menurutnya,penggelaran saluran kabel bawah laut tegangan menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi ke Pulau Mendol sepanjang kurang lebih 3 km yang berlokasi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Pulau Mendol Kabupaten Pelalawan saat ini sudah 50 persen.Ditargetkan akhir mei masyarakat sekira 2200 pelanggan akan menikmati listrik 24 jam.

Ditambahkannya, progress penggelaran kabel telah disampaikan pihak Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanghan (UP3) kepada Bupati Pelalawan.

Ditanyakan soal kendala di lapangan, Eykel meyampaikan arus bawah laut yang cukup deras menjadi kendala dalam penggelaran kabel.Namun demikian, tim di lapangan terus bekerja secara maksimal, ujarnya.

” Adapun tiang untuk didarat sudah ready semua.Setelah pemasangan jaringan kabel bawah laut Sokoi – Pulau Mendol akan dilanjutkan dengan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) terkait dokumen instalasi listrik aman, andal dan sesuai standar untuk dioperasikan,” tutupnya.(Adv/ZL)