Pelalawan,riaudetil.com – Meski saat ini dalam musim kemarau, warga Kota Pangkalan Kerinci terkhusus yang berdomisili di kawasan langganan lokasi banjir mulai khawatir.
Salah satu warga yang ditemui Yendra (48) kepada riaudetil.com, Jum'(2/8/2025) mengungkapkan keresahannya.Dirinya menyampaikan didaerah tempat tinggalnya di jalan pinang diantara jalan guru dan wajib senyum, satu – satunya solusi mengantisipasi banjir yakni dengan pengerukan drainase.
” Saya tahu ini musim kemarau,tapikan saat ini yang tepat untuk melakukan pengerukan parit atau drainase besar menggunakan alat berat untuk menampung debit air.Tidak mungkin dilakukan pengerukan saat intensitas hujan tinggi dan durasinya lama.Saat ini paling tepat untuk pengerukan,” bebernya.
Dirinya meminta kepada Pemerintah melalui instansi terkait dapat melakukan pengerukan drainase di pemukiman padat warga yang kerap menjadi langganan banjir di kota Pangkalan Kerinci.
” Saya membaca berita dan mendapat informasi melalui media sosial, hujan buatan gencar dilakukan dalam penanganan karhutla, salah satunya di Kabupaten Pelalawan.Kalau hujan turun apakah alami atau buatan dan banjir Kami tentu sangat terdampak ,” ucapnya.
Menurutnya, setelah sekian lama sejumlah drainase dilakukan pengerukan, tentu terjadi pendangkalan atau tanah yang turun sehingga untuk menampung debit air tidak maksimal, terangnya.
Hal senada juga disuarakan warga disejumlah titik langganan banjir di Kota Pangkalan Kerinci.Mereka menyebut petugas yang biasa turun melakukan pengerukan drainase sudah tahu titik – titik yang harus dikeruk.
Terkini, hujan deras turun secara merata di Kabupaten Pelalawan tidak terkecuali di Kota Pangkalan Kerinci pada Jum’at (11/9/2026) dini hari.Hujan yang turun membuat kualitas udara di Kabupaten Pelalawan hingga pukul 17.00 wib terpantau ISPU 92 Kategori “SEDANG”.(ZoelGomes)
