Hujan Berkah Iringi Juhendri Serahkan Berkas, Bacalon Kades Sungai Ara Keempat Resmi Mendaftar

Pelalawan,riaudetil.com – Hujan deras mengguyur Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Rabu (30/9/2026). Namun derasnya hujan tak menyurutkan langkah Juhendri alias Joe Kacaw untuk datang ke Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sungai Ara.

Di bawah guyuran hujan, Juhendri resmi menyerahkan dokumen persyaratan sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara. Ia tercatat sebagai pendaftar keempat dalam kontestasi Pilkades Sungai Ara tahun ini.

Bagi Juhendri, hujan yang mengiringi langkahnya hari itu bukan halangan, melainkan berkah dan pengingat.

Usai menyerahkan berkas, Juhendri menyampaikan keputusannya maju bukan karena merasa paling hebat, melainkan panggilan untuk mengabdi kepada kampung halaman.

“Saya datang bukan karena merasa paling hebat dan bukan pula karena merasa paling mampu. Saya datang karena ingin ikut berbuat untuk kampung halaman. Bagi saya, Sungai Ara adalah tanah tempat saya tumbuh dan bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjadikannya lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar Pilkades tidak menjadi ajang perpecahan warga. Baginya, semua yang maju adalah putra terbaik Sungai Ara.

“Pilkades ini jangan sampai membuat kita terpecah. Siapa pun yang maju adalah putra-putri Sungai Ara. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Menang atau kalah dalam kontestasi adalah bagian dari proses, tetapi menjaga marwah dan persatuan kampung adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Hujan yang turun justru membuat momen pendaftaran ini semakin berkesan baginya.

“Hujan hari ini saya anggap sebagai bagian dari perjalanan. Kita tidak pernah tahu seperti apa cuaca di depan, tetapi yang penting kita tetap melangkah. Mudah-mudahan niat baik ini mendapat ridha Allah SWT dan memberikan manfa’at bagi masyarakat Sungai Ara,” ucapnya.

Di akhir, Juhendri mengajak seluruh masyarakat Sungai Ara untuk menjaga Pilkades tetap damai dan bermartabat.

“Mari kita kedepankan musyawarah dan mufakat. Jangan karena perbedaan pilihan kita menjadi bermusuhan. Apa pun hasilnya nanti, Sungai Ara tetap rumah kita bersama,” tutupnya.(ZG)