Pelalawan,riaudetil.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan merilis update data peningkatan penyakit akibat dampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga ke pelosok desa per 24 Agustus 2026.
Menurut, Asril, M.Kes Kepala Dianas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data, total kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang tercatat sebanyak 547 kasus di 13 Puskesmas se-Kabupaten Pelalawan.Data ini mulai update 2 pekan terakhir saat asap mulai melanda Kabupaten Pelalawan.
Rincian berdasarkan kelompok umur:
– *Balita: 172 kasus
– *Anak 5-9 Tahun: 161 kasus
– *Remaja 10-18 Tahun*: 111 kasus
– *Dewasa 19-59 Tahun*: 92 kasus
– *Lansia >60 Tahun*: 12 kasus
3 Puskesmas dengan kasus tertinggi
1. Pangkalan Kerinci : 145 kasus
2. Ukui : 80 kasus
3. Kerumutan : 71 kasus
“Hingga saat ini belum ada laporan kasus meninggal dunia akibat ISPA.Kualitas udara di Pelalawan hari ini juga terpantau TIDAK SEHAT dengan ISPU 170 dan parameter kritis PM2.5.Dinkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan banyak minum air putih” bebernya.
Ditambahkan Asril, menindaklanjuti adanya kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya yang menyebabkan adanya gangguan asap yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit pada masyarakat Kabupaten Pelalawan, telah diinstruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk memantau dampak penyakit akibat kebakaran tersebut sampai ke Desa, dengan melaksanakan hal hal sebagai berikut:
1. Melaporkan kasus penyakit akibat asap setiap hari pada link berikut
https://bit.ly/4upQ1GA
2. Membuat posko Kesehatan di semua layanan Puskesmas.
3. Membuat spanduk di setiap posko.
” Kita terus memberikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat.Tak hanya mengobati penyakit yang muncul akibat asap tapi juga antisipasi,” tukasnya.(ZoelGomes)

