Pelalawan,riaudetil.com – Belum tertangkapnya beruang madu dengan khas berbulu hitam pekat dengan corak warna putih di leher atau dada yang telah menyerang seorang petani karet Antono (41) di Dusun Air Putih Kilometer 53 Desa Pangkalan Gondai pada Rabu (5/8/2026) pagi masih membuat warga setempat resah.
Zarriatni, S.Sos Skretearis Desa Pangkalan Gondai yang dihubungi riaudetil.com, Jum’at (14/8/2026) menyebutkan warga terus memantau pergerakan dan kemunculan beruang liar sejak Tinm Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang trap box atau kandang jebak/perangkap dilokasi beruang menyerang petani karet.
” Memang hingga saat ini beruang belum tertangkap.Ada kemungkinan beruang lebih dari satu sesuai informasi dan kemunculannya yang disaksikan warga.Kemunculan beruang terakahir 2 hari yang lalu di km 55,” ujarnya.
Dilanjutkannya, warga sepakat akan melakukan pemindahan box trap dari lokasi km 53 ke km 55 tempat terakhir kemunculan beruang.
” Warga rencananya mau memindahkan kandang jebak ke km 55 tempat terakhir beruang muncul dan akan berkoordinasi dengan pigak BKSDA.Kandang jebak dari besi padat tersebut membutuhkan tenaga 10 orang hingga lebih,” bebernya.
Zarriatno juga menyampaikan bahwa umpan yang berada di kandang jebak berupa madu, minyak jelantah, buah nangka dan sarden namun hingga kini beruang yang diincar belum tertarik masuk ke kandang jebak,tutupnya.(ZoelGomes)

