Pelalawan,riaudetil.com – Berdasarkan data ISPUnet, Kamis (10/9/2026) pukul 16.00 wib, kualitas udara di Kabupaten Pelalawan tercatat dalam kategori TIDAK SEHAT dengan nilai ISPU 138.
Parameter kritis yang menyebabkan kategori tersebut adalah PM2.5 dengan nilai 138. Sementara parameter lain tercatat: *PM10* 83, *SO2* 33, *NO2* 37, *O3* 6, *CO* 0, dan *HC* 0.
Saat ini, Pelalawan nihil Firespot atau titik api dan terdapat 24 hotspot atau titik panas dengan penyebaran di Pangkalan Kerinci 4,Ukui 4,Kerumutan 16.
Sementara itu, jumlah kasus Indeks Salutan Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pelalawan capai 1.987 kasus.Data kasus ISPA di Kabupaten Pelalawan menunjukkan total 1.987 pasien yang terdiri dari 1.002 pasien laki-laki dan 985 pasien perempuan.
Demikian disampaikan Asril,M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan kepada riaudetil.com.Menurutnya, berdasarkan kelompok umur, jumlah kasus terbanyak terjadi pada kelompok Dewasa usia 19-59 tahunbdengan total 645 kasus. Disusul kelompok Balita 0-<5 tahun sebanyak 464 kasus, Anak 5-9 tahun sebanyak 390 kasus, Remaja 10-18 tahun sebanyak 375 kasus,dan Lansia >60 tahun sebanyak 113 kasus.
Jika dirinci berdasarkan wilayah kerja Puskesmas, jumlah kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Pangkalan Kuras I dengan 417 kasus. Kemudian disusul Puskesmas Kerumutan sebanyak 395 kasus,Puskesmas Pangkalan Kerinci I sebanyak 226 kasus, Puskesmas Ukui sebanyak 192 kasus, dan Puskesmas Bandar Petalangan sebanyak 137 kasus.
” Wilayah dengan jumlah kasus terendah adalah Kuala Kampar dengan 8 kasus dan Rumah Sakit,Sumber Lain atau Luar sebanyak 3 kasus” ungkapnya.
Ditambahkannya, dari sisi jenis kelamin, secara keseluruhan jumlah pasien perempuan sedikit lebih tinggi pada kelompok dewasa dan lansia, sementara pada kelompok Balita dan Anak laki-laki sedikit lebih dominan.
” Tingginya kasus ISPA ini menunjukkan perlunya peningkatan upaya pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat udara tidak sehat, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala,” bebernya.
Asril mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan,tukasnya.(ZoelGomes)
