Gansing Lawan Stunting : 41,2 Persen Anak Lulus Stunting Bersama Pertamina EP Lirik

Gansing Lawan Stunting : 41,2 Persen Anak Lulus Stunting Bersama Pertamina EP Lirik

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Pertamina EP (PEP) Lirik mencatat capaian positif dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah operasinya.

Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Gerakan Anak Sehat No Stunting (Gansing), sebanyak 7 dari 17 anak stunting atau 41,2 persen penerima manfaat berhasil keluar dari status stunting setelah menjalani pendampingan intensif sepanjang 2025.

Persentase ini masih diatas target yang ditetapkan nasional yaitu sekitar 14%. Capaian tersebut menjadi pijakan perusahaan untuk memperluas jangkauan program pada 2026.

Tahun ini, Program Gansing menyasar 18 anak stunting dan tiga ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang berasal dari lima desa di Kecamatan Lirik, yakni Desa Japura, Gudang Batu, Sukajadi, Wonosari dan Seko Lubuk Tigo.

Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan penyuluhan bagi orang tua penerima manfaat program Gansing dan pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Gedung Dang Patra Komperta Camp I Pertamina EP Lirik, Kamis, 23 Juli 2026.

Mengusung tema “Langkah Praktis Orang Tua Mendampingi Anak Berisiko Stunting agar Tumbuh Optimal”, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mempercepat penurunan stunting.

Pjs Field Manager Pertamina EP Lirik, M Ridho, mengatakan keberhasilan program menunjukkan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dari sektor kesehatan tetapi juga dunia usaha dan masyarakat.

“Keberhasilan mengentaskan 7 dari 17 anak stunting pada tahun lalu menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan keluarga telah memberikan hasil nyata,” katanya.

Melalui Program Gansing dirinya ingin memperluas dampak tersebut sehingga semakin banyak anak dapat tumbuh sehat, cerdas dan terbebas dari stunting.

“Pertamina akan terus hadir melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Ridho.

Selama pelaksanaan program yang berdurasi 6 bulan ini, penerima manfaat mendapatkan intervensi komprehensif berupa pendampingan keluarga, edukasi gizi bagi orang tua, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, pemberian bantuan nutrisi serta pendampingan tenaga kesehatan dan kader Posyandu.

“Sebagai bagian dari intervensi gizi, PEP Lirik juga menyerahkan secara simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu formula, biskuit bayi dan vitamin kepada keluarga penerima manfaat,” terangnya.

Bantuan tersebut menjadi awal dari rangkaian pendampingan berkelanjutan yang akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhu, Dinas Kesehatan Inhu, DPPKBP3A Inhu, Pemerintah Kecamatan Lirik, Puskesmas Lirik, pemerintah desa, penyuluh KB, PLKB, bidan desa serta kader Posyandu dari lima desa sasaran.

Dalam sesi penyuluhan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mhd Irzal, menekankan pentingnya intervensi sejak masa pra-konsepsi hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia mengajak keluarga untuk memperhatikan pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta pola asuh yang baik sebagai kunci pencegahan stunting.

Peserta juga memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan lokal bergizi tinggi yang kaya protein, vitamin, mineral dan antioksidan.

Tanaman tersebut diperkenalkan sebagai alternatif pangan yang dapat diolah menjadi berbagai produk bergizi, salah satunya stik daun kelor, guna mendukung pemenuhan nutrisi ibu hamil dan balita.

Sementara itu, pelatihan bagi kader Posyandu difokuskan pada implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), mulai dari peningkatan keterampilan kader, penerapan lima langkah pelayanan Posyandu, pencatatan dan pelaporan, edukasi kesehatan, hingga mekanisme kunjungan rumah kepada keluarga sasaran.

Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap ibu hamil dan balita yang berisiko mengalami masalah gizi.

Program Gansing merupakan bagian dari komitmen PT Pertamina EP Lirik dalam menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan kedua tanpa kelaparan, tujuan ketiga kehidupan sehat dan sejahtera, serta tujuan ketujuh belas kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui kolaborasi multipihak yang terus diperkuat, PEP Lirik berharap keberhasilan program GANSING ini dapat menjadi fondasi untuk mempercepat lahirnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Man)