Pelalawan,riaudetil.com – Petani kelapa di Kabupaten Pelalawan terutama di Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti kini resah dan gelisah, pasalnya kelapa perbutirnya kini hanya dihargai Rp.2.000 hingga Rp.2100 saja.Merosot tajam hingga terjun bebas dari harga tertinggi sebelumny Rp.6.000.
Hal ini dibenarkan oleh Salehuddin, A. Md.Pi Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Dapil 2 yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) kepada riaudetil.com, Senin (3/8/2026). Menurutnya, pada akhir tahun 2025 harga kelapa tembus Rp.6000 lalu ke harga Rp.3.500 dan kini hanya diharga sekira Rp.2000 saja.
” Ya, petani kelapa memang semakin terpuruk dengan kondisi harga saat ini Rp.2000 butir yang mereka drop ke PT.Sambu Grup.Ini menjadikan petani semakin terpuruk pendapatannya seiring dengan kondisi ekonomi saat ini,” bebernya.
Salaehuddin menyebutkan kondisi harga yang tidak kompetitif termasuk pemicu.Ditambah belum adanya pabrik kelapa di Kuala Kampar dan lain – lain sebagainya.
” Kita berharap Pemkab Pelalawan dapat lebih berbuat banyak agar harga kelapa lebih kompetitif, dengan lebih banyak memberikan peluang bagi investor lain.Potensi kelapa Kita termasuk besar di Riau dan potensi produksi kelapa hingga 41 juta butir perbulannya,” tegas Salehuddin.
Terpisah, Akhtar, SE Kepala Dinas Perkebunan dan peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pelalawan tidak menampik anjloknya harga kelapa saat ini, dirinya menyebutkan Pemkab Pelalawan sudah berusahan melalikan penjajakan agar harga kelapa bisa lebih kompetitif dengan menghadirkan banyak investor yang mengambil kelapa para petani,tutupnya.(ZoelGomes)

