Soal Harga Baju Seragam Sekolah Serta  Bantuan Anak Yatim dan Miskin, Kadis Dikbud Pelalawan Angkat Bicara 

Pelalawan,riaudetil.com – Terkait keseragaman harga baju seragam sekoah SD/SMP sederajat dan anggaran Pemkab Pelalawan kepada anak yatim dan miskin, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Kabupaten Pelalawan, Leonardo, S.Pd., MM kepada riaudetil.com, Rabu (15/7/2026) angkat bicara.
Menurutnya, pasca  pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, pihak Disdikbud melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah di tingkatan SD dan SMP sederajat, terkhusus di Ibukota Pangkalan Kerinci yang mejadi wewenang daerah.
Dikataakannya, saat itu, Disdikbud telah menyampaikan bahwa harga satuan seragam sekolah harus mengikuti sesuai harga Standar Satuan Harga (SSH) untuk anggaran dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan berupa baju seragam bagi anak yatim dan miskin.Harga satuan seragam Rp.170 ribu perseragam.
” Intinya, bagi SD maupun SMP serajat harus mengacu kepada harga sesuai SSH anggaran yang dipersiapkan Pemkab Pelalawan untuk anak yatim dan miskin.Artinya tidak diperkenankan diatas harga tersebut,” bebernya.
Leonardo menjelaskan, anggaran bagi seragam bago anal yatim dan miskin yang dipersiapkan Pemkab Pelalawan dengan kuota SD sebanyak 2000 siswa dan SMP 1600 siswa.
” Bantuan untuk anak yatim dan miskin perorangnya 2 seragam.Program ini akan segera dilaunching.Untuk sisa baju seragam lainnya akan kembali dicarikan solusi oleh sekolah bersama Disdik Pelalawan,” bebernya.
Leonardo menegaskan tidak ada alasan anak tidak sekolah diakibatkan tidak mampu membeli seragam menjadi tidak sekolah.
” Tentu untuk anak yatim dan miskin melalui data dari setiap sekolah yang akan dicocokkan datanya di Disdikbud Pelalawan. Siswa harus tetap sekolah meski tidak mampu membeli seragam,” tukasnya. (ZoelGomes)