Dinilai Berdampak Nyata Terhadap Ekonomi Daerah, Ketua DPC Gerindra Inhu Minta MBG Dilanjutkan

H Agusrianto SH, Ketua DPC Gerindra Inhu

RIAUDETIL.COM, RENGAT – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) H Agusrianto SH menilai Program MBG berdampak nyata dalam pertumbuhan ekonomi didaerah.

Untuk itu Agus memberikan peringatan keras kepada para pengusaha dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak “menyunat” kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi meraup untung pribadi.

Di sisi lain, ia memastikan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini sama sekali tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena didanai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Program MBG dinilai memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.

“Program MBG sangat baik karena secara langsung menyentuh kebutuhan dasar anak-anak, khususnya dalam pemenuhan gizi. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan kualitas kesehatan dan kemampuan belajar peserta didik juga semakin meningkat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menanggapi kekhawatiran mengenai anggaran, Agusrianto memastikan bahwa keberadaan program MBG tidak memberikan dampak negatif terhadap APBD. Sebab, program ini pada prinsipnya merupakan program nasional yang pembiayaannya bersumber langsung dari APBN.

“Justru yang terpenting adalah bagaimana pelaksanaan program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain fokus pada kesehatan anak, dia berharap pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Inhu dapat melibatkan berbagai potensi daerah seperti pelaku usaha mikro, petani, peternak dan kelompok masyarakat setempat.

“Hal ini dinilai mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya lagi.

Dirinya berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Terlebih peluang lapangan kerja baru yang banyak diserap oleh dapur MBG menjadi solusi salah satu persoalan yang ada didaerah saat ini yaitu sulitnya mencari lapangan pekerjaan,” katanya lagi.

Kendati mendukung program MBG ini tetap dilanjutkan, Agusrianto memberikan peringatan keras kepada pihak pengelola dapur SPPG di Inhu agar menjalankan tugas sesuai dengan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) dan selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia secara tegas mewanti-wanti para pengusaha agar tidak menyunat kualitas makanan demi meraup keuntungan pribadi yang besar. Tindakan tersebut dinilai dapat merusak niat murni presiden dalam menyehatkan anak bangsa.

“Dapur SPPG harus betul-betul berjalan sesuai dengan aturan BGN dan sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo,” ujarnya.

Jangan rusak cita-cita Pak Prabowo untuk memberikan gizi bagi anak Indonesia, khususnya di Inhu hanya karena pengusaha dapur SPPG memikirkan untuk dapat untung besar.

“Gerindra siap menjadi Garda terdepan dalam mengawal Program Ini,” pungkasnya. (Man)