Pelalawan, riaudetil.com – H.Abdullah salah satu anggota DPRD Riau, Ahad (3/5/2026) melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU.Di Kota Pekanbaru, politisi PKS ini mendatangi SPBU yang berada di Harapan Raya dan Jalan Nangka.Sementara di Kabupaten Pelalawan meninjau SPBU di Bandar Seikijang, KM 55 dan jalan poros langgam.
Saat peninjauan SPBU di Kota Pekanbaru, turut hadir Manajer Pertamina dan Patra Niaga, Kepala Satpol PP Riau, Disperindag Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Dinas ESDM Provinsi Riau dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Riau.Sedangkan peninjauan SPBU di Kabupaten Pelalawan dilakukan hingga larut malam.
Menurut H.Abdullah kepada riaudetil.com, dirinya sebelum ke lapangan,dirinya terlebih dahulu meminta presentasi pihak Pertamina dan membedah sejumlah masalah dan kendala. Peninjauan dilakukan guna memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat mengingat meningkatnya kebutuhan BBM beberapa hari belakangan.
” Pemprov Riau bersama Pertamina maupun Patra Niaga sudah menambah cadangan atau build up stock hingga 20 persen di atas kondisi normal guna menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Pertamina juga menambah armada mobil tangki untuk mempercepat distribusi, khususnya di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.Ada penurunan antrean di SPBU dibandingkan hari sebelumnya,” ucap Abdullah anggota Komisi 3 DPRD Riau yang juga Sekretaris Fraksi PKS ini.
Abdullah menyebutkan pihak Pertamina dan Patra Niaga harus segera menata distribusi BBM niaga atas keterlambatan suplai ke SPBU.
” Versi keterangan dari Pertamina dan Patra Niaga pada akhir April terjadi lonjakan signifikan kebutuhan akan konsumsi BBM dan migrasi pengguna BBM dari non subsidi ke subsidi yang menjadikan lonjakan konsumsi bahan bakar hingga termasuk penyebab terjadi antrean panjang di SPBU,” ucapnya.
H.Abdullah yang juga Ketua Pansus Optimalisasi PAD Riau ini juga menyampaikan agar pihak Pertamina lebih ekstra dalam penyediaan armada.Menjaga keandalan pasokan, Pertamina menetapkan pengiriman BBM ke SPBU dilakukan lebih awal dari jadwal normal. SPBU juga didorong untuk beroperasi selama 24 jam agar penyaluran kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
H.Abdullah juga menekankan pentingnya sinergi menjaga distribusi energi antara Pemerintah, Pertamina, Patra Niaga dan Aparat Penegak Hukum.
“ Kita akan terus bersama – sama melakukan monitoring secara intensif di semua wilayah untuk memastikan distribusi BBM berjalan baik dan tepat sasaran. Pemprov Riau juga harus terus berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga diimbau tidak panik dan bijak dalam mengkonsumsi BBM. Meski stok aman, Kita juga minta agar tidak ada keterlambatan dalam suplai BBM,” tegasnya.
Kedepannya, sambung H.Abdullah, pentingnya koordinasi ke BPH Migas terkait Kuota BBM Subsidi Riau untuk setahun yang belum terpenuhi, tanggung jawab Pertamina sebagai penyalur, pengendalian dan pengawasan perlu formula yang tepat dan penyaluran BBM hingga ke pelosok desa mesti juga dicarikan solusinya,” tutup H.Abdullah. (ZoelGomes)

